Mengenang Kesetiaan Abu Bakar di Jabal Tsur

0

Category : Agama

Posted by Marshmallow

Jabal Tsur

Jabal Tsur

Saat Islam telah semakin menyebar, kaum kafir Quraisy di Mekah kian merasa kuatir. Mereka menghalangi Rasulullah dan pengikut beliau untuk menyebarkan ajaran Islam lebih luas lagi, sehingga para pembesar Quraisy pada akhirnya menjanjikan hadiah ratusan ekor unta bagi siapa saja yang berhasil membunuh Nabi.

Suatu malam Rasulullah melarikan diri bersama Abu Bakar saat rumah beliau telah dikepung. Tujuan: hijrah ke Madinah. Atas izin Allah, Rasulullah meniupkan pasir yang membuat para pengepung tertidur sehingga mereka dapat melarikan diri tanpa ketahuan. Ali bin Abi Thalib menggantikan posisi beliau di tempat tidur untuk mengelirukan.

Rasulullah dan Abu Bakar melarikan diri ke Bukit Tsur. Bukit ini begitu tinggi dan agak sukar didaki. Saat berada di puncaknya, keduanya bersembunyi di dalam salah sebuah gua yang disebut Gua Tsur. Di dalam ruangan yang sedemikian sempit banyak terdapat binatang berbisa yang keluar dari lubang-lubang di dinding batunya. Maka Abu Bakar menuntup lubang-lubang tersebut dengan batu. Namun masih ada lubang yang tak tertutup, yang kemudian ditutup oleh Abu Bakar dengan telapak tangan dan kakinya sendiri.

Abu Bakar membiarkan Nabi yang penat beristirahat di pangkuannya. Namun binatang berbisa menyengat tangan Abu Bakar yang menutup lubang sehingga ia kesakitan. Demi tidak ingin membangunkan Rasulullah, Abu Bakar menahan sakit hingga menitiskan keringatnya. Nabi terbangun oleh titisan keringat tersebut dan bertanya apa yang terjadi. Abu Bakar hanya diam, namun Nabi mengetahui apa yang diderita oleh sahabatnya tersebut.

Di dalam Gua Tsur, Nabi dan sahabat yang setia bersembunyi selama tiga hari. Para kafir Quraisy dan pemburu hadiah berkeliaran di sekitar gua, menimbulkan perasaan kuatir. Nabi menenangkan sahabatnya dengan mengatakan, “Jangan takut, sesungguhnya Allah beserta kita. La tahzan, innallaha ma’ana.” Pada saat bersembunyi ini pula sebuah ayat turun kepada Rasul yang menjamin perlindungan Allah kepada keduanya (At-Taubah: 4o).

Kaum kafir Quraisy tidak dapat menemukan Rasulullah kerana  adanya sarang labah-labah dan sarang burung dara di mulut gua. Fikir mereka, tidak mungkin ada orang yang masuk ke dalam gua tanpa mengusik sarang binatang-binatang liar tersebut. Akhirnya para kafir Quraisy menyerah dan kembali ke Mekah.//hemmayulfi.blogspot.com

Post a comment

[ Online : 915 hari. ]