Permasalahan Qodho’ Puasa Ramadhan

1

Category : Agama

Sumber : http://muslim.or.id

Yang dimaksud dengan qodho’ adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya.[1] Untuk khas orang sakit misalnya. Di bulan Ramadhan seseorang mengalami sakit berat sehingga tidak kuat berpuasa. Sesudah bulan Ramadhan dia mengganti puasanya tadi. Inilah yang disebut qodho’.

Orang yang Diberi Keringanan untuk Mengqodho’ Puasa

Ada beberapa golongan yang diberi keringanan atau diharuskan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan mesti mengqodho’ puasanya setelah lepas dari udzur, yaitu:

Pertama, orang yang sakit dan sakitnya memberatkan untuk puasa.

Kedua, seorang musafir dan ketika bersafar sulit untuk berpuasa atau sulit melakukan amalan kebajikan.

Ketiga, wanita yang mendapati haidh dan nifas.

Dalil golongan pertama dan kedua adalah firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al Baqarah: 185)

Dalil wanita haidh dan nifas adalah hadits dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

“Kami dulu mengalami haidh. Kami diperintarkan untuk mengqodho puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqodho’ shalat.”[3]

Fadhilat dan kelebihan Puasa Enam

0

Category : Agama

Abu Ayyub al-Ansari r.a meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) 6 hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama 1 tahun.” (Riwayat Muslim)

Imam Ahmad dan an-Nasai’e meriwayatkan dari Thauban, Nabi SAW telah bersabda: “Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) 10 tahun, sedangkan puasa 6 hari di bulan Syawal, (pahalanya) sebanding dengan puasa 2 bulan, maka itulah bagaikan berpuasa setahun penuh.” (Hadis Riwayat Ibu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Diriwayatkan dalam suatu kisah apabila Rasulullah SAW bersama para Sahabat r.a sedang berada di dalam masjid, ketika sedang Rasulullah SAW mengajarkan ilmu agama kepada para Sahabat, tiba datang seorang perempuan yang amat cantik jelita berjumpa Rasulullah SAW. Kecantikkan perempuan tersebut menyebabkan semua sahabat berpaling ke arahnya. Kemudian, perempuan tersebut menyatakan hasrat agar Rasulullah SAW mengahwinkan dia dengan salah seorang daripada sahabat-sahabat Baginda SAW, tetapi dengan 3 syarat.

[ Online : 909 hari. ]